'BC313 Santri Untuk Negeri'

MOHON MAAF ATAS KETIDAKNYAMANANNYA....BLOG SEDANG DALAM MAINTENANCE

'HIDAYATUS SIROTH'

PEMUDA PEMBAWA PERUBAHAN

KEBAKARAN

KEBAKARAN HEBAT DI DESA PALEMBON

PAGAR NUSA

RATUSAN PESILAT MEMENUHI LAPANGAN KEC. KANOR

HARI SANTRI NASIONAL

NOBAR BIKIN GEMPAR

Senin, 25 Juni 2012

KOPIJA (Kopi Pisang Jahe)

     Didorong oleh kantong yang lagi kosong, saya iseng-iseng mencari informasi tentang berbagai macam event lomba yang memungkinkan untuk saya ikuti untuk bertekat menjadi juara dan tentunya menambah uang saku.heee :)
     Akhirnya saya nekat untuk bertanya kepada dosen yang menurut saya memang benar-benar tepat untuk menjadi tempat bertanya dan bertukar fikiran serta memahami karakter mahasiswanya, yaitu yang terhormat ibu Ana yang pada jurusan PGSD semester I beliau memegang mata kuliah MTK dan Praktikum IPA di SD pada semester II ini yang mengelola Blog www.ana-chemis.blogspot.com
     Melalui pesan singkat (sms) saya menanyakan info lomba di Bojonegoro, dan ternyata pucuk di cinta ulam pun tiba, ternyata ada Kompetisi Kreasi dan Inofasi Makanan Berbahan dasar Lokal (KKI MABELOK) yang diselenggarakan oleh kampus STIKES Nusantara cabang Bojonegoro www.stikesbojonegoro.blogspot.com . Dengan sangat senang hati saya bersedia untuk mengikuti lomba tersebut.
     Setelah mengetahui acara tersebut, saya kembali harus memutar otak untuk membuat makanan, minuman ataupun kudapan yang benar-benar inofatif. Sehingga suatu pagi saya menemukan pohon pisang di belakang rumah saya (Kandang bebek) rubuh karena sering di sosor bebek dan entog yang saya miliki, sedangkan buah pisangnya belum benar-benar tua.
     Dari sinilah ide untuk membuat Kopi Pisang Jahe (KOPIJA) muncul yaitu bagaimana caranya agar pisang ini tidak terbuang percuma. Awalnya saya berfikir untuk membuat kripik, tapi kripik pisang adalah hal yang biasa dan tidak ada yang istimewa dari kripik untuk diikut sertakan dalam perlombaan.
     Memang benar, dalam hidup ini tidak ada yang namanya kebetulan. Allah selalu mempunyai rencana terbaik untuk hamba-hambanya yang lemah. Sepulang dari mengajar saat saya hendak memberi makan unggas ternyata dedak(pakan) tinggal sedikit sedangkan kantong sedang kosong. Memori dalam otak saya mengingatkan kepada nenek yang dulu juga pernah menernak unggas, beliau sering mencincang singkong untuk dijadikan pakan unggasnya. Akhirnya saya mengupas pisang yang masih mengkal dan memisahkan antara isi dan kulitnya. Isi dari pisang itu saya cincang untuk pakan unggas, sedangkan kulitnya?????masak harus di buang percuma??????
        Mari kita lihat dulu kandungan pisang http://www.google.co.id/url?sa=t&rct=j&q=&esrc=s&source=newssearch&cd=2&ved=0CC0QqQIwAQ&url=http%3A%2F%2Fsidomi.com%2F105712%2Fusir-sakit-jantung-dan-stroke-dengan-pisang%2F&ei=HXroT_esKYTprQe-3O2LCQ&usg=AFQjCNGoY5lB5fr71O1cCOudvkt7zEHjRg

CARA MEMBUAT KOPIJA (KOPI PISANG JAHE) untuk 3 cangkir
Bahan-Bahan:
- Kulit pisang 
- Setengah jari jahe
- Gula merah satu sendok teh
- Gula Putih satu sendok teh

Pengolahan:
- Kupas kulit pisang, cuci, iris kecil-kecil.
- Jemur kulit pisang kurang lebih selama 2 hari
- Sangrai bersama dengan jahe yang di haluskan
- Setelah menghitam, Haluskan
- Seduh dengan air panas dan campurkan gula pasir dan gula merah
- KOPIJA Kanor siap di hidangkan

     Setelah saya ber eksperimen, ternyata rasanya cukup nikmat dan saya pun nekat untuk membawa kopija ke meja pertarungan. Saya tidak perduli, meskipun saingannya adalah teman-teman mahasiswi dan juga ibu-ibu PKK karena saya mengerti bahwa sikap mental seorang pemenang adalah STOP MAKING EXCUSE. jadi semua jerih payah dan pemikiran berbuah manis dan meraih juara 2 kategori minuman.
selamat mencoba......


Jumat, 01 Juni 2012

Leaflet lomba n Jawaban Enterpreanurship "Membangun Bojonegoro"


Soal Pertama : (Mewujudkan Daya Tahan)
 Kelas X (Sepuluh)  merencanakan piknik,  kali  ini dipilih ke Pulau  Junda.  Sebuah pulau  yang  belum dihuni manusia.  Dan dari buku Geografi  hanya  dijelaskan bahwa  pulau  tersebut  punya pantai  yang sempit  yang hanya bisa  untuk  mendarat  tongkang,  tidak ada  listrik.  Pulau  kecil  dengan  luas   30,29 hektar  itu  menjadi sasaran piknik  para  petualang  untuk  dapat  memuaskan  rasa penasaran  akan  misteri semak belukar  dan uji nyali  bagi para pemberani.  Pagi itu  12 siswa Kelas X  memutuskan  berangkat,   membawa peralatan  kemping,   bekal  makan - minum  untuk  perjalanan 8 hari…… Setelah  berputar-putar  mencari   tempat  sandaran, didapatlah batu sandaran.
Hari pertama dan kedua dilalui dengan petualangan yang mengasyikkan. Tiba hari ketiga   terdengar gelegar ombak, perahunya pecah. Berhari-hari mereka cemas tak pasti.  Keluarga mereka menunggu dengan harap cemas. Polisi mengumumkan badai dan gelombang bisa berlangsung  lebih  dari  tiga bulan.  Tidak ada perahu dan Heli yang bisa mendekat. Para pelajar mulai cemas, lima orang mengalami sakit, hari ke 7 makanan mulai menipis. Haqi  salah seorang  diantara  mereka, berinisiatif  mengumpulkan  teman-temannya.  “Kawan,  kalau badai ini  terus  berlangsung bagaimana,  sementara  persediaan makanan kita  semakin habis,  Apa yang harus kita lakukan ?” tanya Haqi.
“Gak ada yang bisa dilakukan, kamu sih  kenapa ajak kesini ?” sergah Dodik temannya. “ Ya, Haqi ngawur dan nekat ajak kita kesini” tambah Totoy.
 “Kenapa kalian  mau dan ikut,  aku kan tidak pernah memaksa, kalian yang ikut sendiri !  Sekarang  suka tidak suka kita sudah disini, harus menerima kenyataan ini” tandas Haqi.
 Sampai hari kesepuluh, mereka masih berdebat saling menyalahkan kenapa harus ke pulau ini.
 Sampai kapan mereka akan terus saling menyalahkan ?
 Apa yang seharusnya dilakukan, bila ternyata sampai 4 bulan gelombang tinggi terus  menghajar pulau itu ?
 Bagaimana mengatasi konflik diantara mereka ?
Soal Kedua : ( Mewujudkan Daya Saing )
Alkisah, di sebuah pulau yang dihuni 5000-an penduduk, mereka hidup dengan nyaman.   Menyandarkan  hidup  dari   bercocok  tanam   dan menangkap ikan/nelayan, mereka hidup sederhana di gua  atau rumah kayu  beratap daun.   Setelah kebutuhan  dasarnya terpenuhi,   mereka menginginkan hidup yang  lebih baik,  mereka tidak bisa lagi hidup  di gua atau beratap daun. Mereka perlu membangun rumah, beli perabot dan sekolahkan anak. Mereka menyadari kebutuhannya tidak cukup diproduksi di pulau itu. Mereka memerlukan barang-barang   seperti semen untuk membangun, perlengkapan toilet, kaca dan lainnya untuk peningkatan hidup. Masalahnya, dari mana mereka dapat uang ?  Apa yang bisa ditukarkan ?   Disinilah masalah Daya Saing menjadi sebuah  pertanyaan.
Bagaimana mereka merancang dan mewujudkan Daya Saing ?
Bagaimana  agar tidak  konflik  dan  dapat  terwujud  sinergitas antar anggota masyarakat ?
Soal Ketiga : ( Mewujudkan Keunggulan yang berkelanjutan )
Setelah tahap kedua diatas terlampaui, mereka mendapatkan apa yang diinginkan lewat karya  dan  bertukar kebutuhan  dengan warga pulau lainnya. Kini warga pulau itu menyadari bahwa manusia dipulau-pulau lain  banyak yang hidupnya lebih menderita  dari mereka,  namun juga ada yang lebih maju. Warga cendikia diantara mereka menyampaikan usul bahwa untuk  mewujudkan Keunggulan harus dengan cara memberikan sumbangan pada dunia sekitarnya.    Mereka juga sadar apa yang telah dicapai hingga saat ini bisa hilang,  karena itu harus dipertahankan. Tak ada pilihan agar kualitas hidupnya meningkat,  maka kemampuan  individual  dan  sosial  warga pulau itu  harus terus meningkat secara berkelanjutan.
Bagaimana  mewujudkan  sesuatu  yang  bermanfaat  besar bagi warga dunia ?
Bagaimana menjaga keberlanjutan apa yang sudah dicapai ?
Apa yang harus dilakukan agar dapat terus meningkatkan kualitas dan kuantitas Daya Tahan, Daya Saing dan Keunggulan ?

Soal Keempat : ( Mewujudkan keunggulan Bojonegoro yang berkelanjutan)
Menjawab soal keempat ini sebagaimana kasus diatas, sebenarnya juga menjawab bagaimana membangun Bojonegoro.
1.   Bagaimana Bojonegoro dapat memenuhi kebutuhannya secara mandiri seperti pangan, energy, pendidikan dan lainnya ? Apa saja Kebutuhan yang harus dipenuhi ?  Bagaimana cara mewujudkannya ? Berapa lama waktu diperlukan ?
(Modal apa yang sudah ada, masalah apa yang dihadapi dan bagaimana menyelesaikannya ? )
2.   Bagaimana Bojonegoro dapat menciptakan Daya Saing ?
3.   Bagaimana Bojonegoro dapat mewujudkan Keunggulan yang berkelanjutan ?
Soal Pertama : (Mewujudkan Daya Tahan)
 Mereka akan terus saling menyalahkan apabila diantara mereka tidak ada yang mampu menjadi leader / pemimpin yang baik dalam sebuah kondisi yang tidak baik. Seorang pemimpin yang dapat memberikan solusi dari sebuah pertikaian, yang mampu berfikir jernih dan selalu mempertimbangkan segala sesuatunya.
Seharusnya mereka menyadari awal dari tujuan dan niat mereka berpetualang di Pulau Junda yang notabene adalah sebuah pulau yang kecil dan tidak berpenghuni. Mereka juga seharusnya memahami dan memperhitungkan kemungkinan-kemungkinan buruk yang akan terjadi, sehingga mereka bisa mempersiapkan segala sesuatu yang harus dilakukan ketika kemungkinan buruk itu terjadi.
Namun saling menyalahkan dalam kondisi seperti ini adalah hal paling bodoh yang tidak seharusnya mereka lakukan, yang hanya menghabiskan waktu dan tenaga. Dalam kondisi yang tertekan seperti ini, mereka harus tetap bisa berfikir jernih untuk mencari jalan keluar, bukannya berdebat yang hanya akan menimbulkan konflik, perpecahan dan pertikaian diantara mereka. Pada awalnya mereka kan mempunyai tujuan yang sama yaitu mencari kesenangan dan menguji nyali mereka?!
Berfikir positif, tetap tenang serta kreatif adalah kunci bagi mereka untuk tetap dapat bertahan di pulau Junda tersebut. Apabila mereka mau untuk berfikir positif, pulau seluas 30,29 hektar bisa mereka manfaatkan untuk melatih mereka bertahan hidup di alam bebas, melatih kemandirian mereka serta rasa tanggung jawab mereka sebagai seorang teman antara satu dengan yang lainnya.
Waktu yang tersisa bisa mereka manfaatkan untuk memperbaiki perahu mereka yang pecah. Apabila perahu yang mereka gunakan tidak mungkin lagi dapat diperbaiki, mereka dapat memanfaatkan tumbuh-tumbuhan yang ada di hutan untuk dijadikan sebagai rakit.
Persediaan mereka  yang kian menipis dapat diatasi dengan cara mencari ikan atau kerang dan binatang-binatang laut yang lainnya. Alam juga meyediakan segala sesuatu untuk dapat dimanfaatkan oleh makhluk lainnya seperti manusia.
Jadi yang harus mereka lakukan adalah menghentikan pertikaian dan saling menyalahkan, berfikir positif dan kreatif serta menjaga kesehatan serta kebugaran agar dapat tetap bertahan jika keadaan yang paling buruk menimpa mereka. Dan untuk mengatasi konflik yang ada adalah dengan cara mengingatkan kembali tujuan mereka ke Pulau Junda adalah untuk bersenang-senang dan menguji nyali mereka di pulau terpencil tersebut, jadi tidak ada yang harus disalahkan. Toh ketika mereka terjebak di pulau  tersebut akan banyak pengalaman yang mereka dapatkan dan hikmah yang dapat dipetik serta mempererat persahabatan mereka lebih dekat lagi.
Soal Kedua : ( Mewujudkan Daya Saing )
Sebenarnya mereka mempunyai potensi yang sangat tinggi dari hasil mereka bercocok tanam dan nelayan yang bisa mereka tukarkan dengan uang atau barang-barang yang mereka inginkan dari pulau lain. Daya saing dari mereka dapat tercipta dari keinginan mereka yang sama-sama ingin memajukan kehidupannya. Karena sudah menjadi sifat dasar manusia yang selalu tidak terpuaskan hasratnya akan sesuatu yang mereka inginkan. Maka dari itu apabila salah satu dari mereka telah berhasil memajukan kehidupannya, maka secara tidak langsung hal itu dapat menjadi stimulus bagi yang lainnya untuk turut serta memajukan kehidupannya juga.
Karena persaingan dalam kehidupan adalah hal yang harus dilakukan untuk menunjukkan mutu yang lebih bagus, jadi persaingan tersebut harus tetap dalam koridor persaingan yang sehat dan tanpa diiringi konflik yang berkepanjangan. Sehingga apa yang mereka impikan niscaya akan menjadi kenyataan.
Dalam persaingan (yang berkonotasi positif) antara anggota masyarakat yang harus dilakukan agar tidak memicu konflik yang ada adalah dengan cara memahami dan mengerti tujuan awal mereka dalam persaingan tersebut,yaitu meningkatkan mutu kehidupan masing-masing. Namun tidak boleh mereka melupakan bahwa mereka adalah makhluk sosial yang saling membutuhkan antara satu dengan yang lainnya. Untuk menciptakan sinergitas pada 5000 masyarakat ini, para petani bisa menukarkan hasil pertanian mereka dengan ikan yang telah nelayan dapatkan. Jadi dukungan antara satu dan yang lainnya sangat kuat, meskipun hakikatnya mereka hidup dalam persaingan.
Soal Ketiga : ( Mewujudkan Keunggulan yang berkelanjutan )
Untuk mewujudkan sesuatu yang bermanfaat besar bagi warga dunia, kembali kepada pembahasan bahwa manusia selain sebagai makhluk individu juga sebagai makhluk sosial. Hidup manusia akan terasa lebih bermanfaat apabila manusia tersebut bermanfaat bagi orang lain, sebagaimana Nabi Muhammad bersabda “Sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat bagi manusia lainnya”.
Setelah mereka mendapatkan apa yang telah mereka idamkan dan mendapat kelayakan hidup yang jauh lebih baik dibandingkan dengan sebelumnya, serta mereka mengetahui dan menyadari bahwa ada yang jauh lebih memprihatinkan kehidupannya dibandingkan dengan mereka, sudah menjadi tanggung jawab mereka yang mampu untuk menolong yang tidak mampu, yang kuat membantu yang lemah agar kehidupan yang mereka jalani jauh lebih bermanfaat dari sebelumnya.
Untuk sesuatu yang bermanfaat bagi warga dunia, mereka yang bercocok tanam dan para nelayan bisa mengekspor hasil panen dan hasil laut mereka ke pulau lain atau bahkan ke negara-negara tetangga. Agar mereka yang hidup di pegunungan, di padang pasir atau bahkan di kutub sekalipun yang tidak bisa bercocok tanam ataupun bukan nelayan dapat merasakan bagaimana nikmatnya ikan dan sayur-sayuran hasil panen mereka.
Kita tidak boleh cepat merasa puas untuk menjaga dan mempertahankan yang telah dicapai dan harus konsisten dengan apa yang telah kita lakukan dahulu sampai sekarang dan nanti. Sifat boros juga harus dihindari sejauh mungkin agar kita tetap berada pada posisi yang kita inginkan, namun sombong juga hal yang tidak patut dilakukan.
Dengan inofasi dan terobosan-terobosan serta percobaan yang kita lakukan, kita dapat meningkatkan suatu kualitas, meningkatkan daya saing serta daya tahan dan keunggulan kita. Keberanian dalam mengambil resiko juga perlu dilakukan.
Dengan tidak cepat puas serta menjaga konsistensi maka kita akan memperoleh keberlanjutan bahkan peningkatan atas apa yang telah tercapai. Saat ini Bojonegoro sudah dapat dikatakan sebagai kabupaten yang mandiri dan merangkak menuju perubahan yang besar,kawasan seluas kurang lebih 2.834 Km2 yang mana penduduknya sangat beragam dalam segi pencarian biaya kehidupan juga akan menciptakan daya saing yang kuat. Sebagian kelompok masyarakat terdiri dari petani, pedagang, penambang pasir, batu, pembuat bata, berkebun dan pengrajin.
Namun sangat disayangkan adalah dalam bidang pendidikan, saat ini yang sering digembar-gemborkan adalah pendidikan berkarakter tetapi banyak pendidiknya yang justru sama sekali tidak mempunyai karakter sama sekali. Seharusnya sebagai seorang pendidik harus dapat dijadikan sebagai contoh bagi murid-muridnya sehingga generasi bangsa ini ke depannya akan menjadi lebih baik.
Yang perlu di benahi dari para pendidik adalah rasa tanggung jawab mereka yang harus lebih di tingkatkan laig. Saya yakin apabila mereka mempunyai rasa tanggung jawab yang besar terhadap murid-muridnya maka akan semakin maju tidak hanya Bojonegoro, tetapi juga bangsa kita ini.
Batik Jenogoroan, ledre, Tembakau dan seni ukir merupakan aset yang harus pemerintah kabupaten kembangkan. Ukiran “perjamuan terakhir” karya orang Bojonegoro dari sebuah bengkel ukir di kawasan Teuku Umar beberapa waktu  lalu mampu menembus pasar mancanegara dengan harga yang fantastis. Hal itu merupakan sinyal yang baik untuk kemajuan bidang-bidang lainnya.
Kita mempunyai tambang minyak di Desa Wonocolo Kecamatan Kedewan yang mempunyai kapasitas produksi 25.800 liter/hari, di Desa Hargomulyo kita juga mempunyai sekitar18 sumur dengan kapasitas produksi sekitar 12.700 liter/hari. Dan apabila itu semua mampu kita explore secara mandiri, maka Bojonegoro kedepan akan menjadi sebuah kota besar yang semakin Matoh karena masih banyak daerah lain di sekitar Bojonegoro yang mempunyai tambang minyak sehingga kita punya rasa percaya diri yang tinggi untuk bersaing dengan daerah-daerah lain.
Pemerintah seharusnya memberikan apresiasi bagi mereka yang bergelut di bidang UKM agar dapat memancing masyarakat yang lainnya untuk melakukan hal-hal yang lebih positif dan mandiri. Jangan sampai masyarakat Bojonegoro mencari makan di tanah orang, karena sebenarnya tanahnya sendiri sangat berlimpah ruah. Jangan sampai bojonegoro menjadi budak, karena kita mampu menjadi raja.
Untuk mewujudkan keunggulan yang berkelanjutan adalah dengan cara terus menjaga konsistensi dan terus berinofasi dalam berkarya.
Pengenalan produk-produk hasil karya Bojonegoro ke luar kota merupakan salah satu cara untuk memperkenalkan sekaligus turut serta mensejahterakan masyarakat Bojonegoro sendiri sehingga mampu menjadi Kabupaten kebanggaan serta menjadi kota yang selangkah lebih maju dari kabupaten-kabupaten lainnya.

Senin, 30 April 2012

HILANGKAH KEMERDEKAAN???


Belakangan ini sebagai anggota masyarakat dari sebuah bangsa yang besar Indonesia kita sangat sulit sekali mendapatkan rasa nyaman dan juga keamanan serta kedamaian. Cukup mengherankan dan menyedihkan memang, sebuah bangsa yang lahir dari perjuangan dan pengorbanan selama kurang lebih 350 tahun untuk merebut kembali kemerdekaan yang terrenggut, yang harus dibayar dengan nyawa dan darah hingga akhirnya mendapat kemerdekaan yang diidamkan kini tak memiliki kedamaian dan ketentraman. Seolah tidak ada gunanya semua tumpah darah para pejuang yang meraih kemerdekaan ini.
Tidak tegasnya pemimpin, wakil rakyat yang hanya memikirkan kepentingannya sendiri dan tidak punya tanggung jawab serta aparat keamanan yang tak mempunyai wibawa untuk menegakkan keamanan dan ketertiban umum adalah penyebab kekisruhan di negara indonesia ini.
Selain itu mahalnya kebutuhan hidup, sulitnya mencari lapangan kerja untuk menyambung hidup serta keadaan sosial yang kian tak kondusif membuat semakin kisruhnya bangsa ini.
Tidak tegasnya pemimpin
Akhir bulan Maret lalu kursi wakil rakyat dan juga tanah indonesia di panaskan dengan rencana kenaikan BBM yang disebabkan naiknya harga minyak dunia dan karena bobolnya dana APBN. Program-program pemerintah yang gagal/tidak memenuhi tarjet waktu juga menyebabkan semakin membengkaknya dana APBN. Selain premium bersubsidi yang salah sasaran, yang harusnya dinikmati kalangan rakyat kecil namun kalangan berduit bahkan pejabat pun tak sedikit yang ikut menggunakan BBM bersubsidi.
“Sebagai seorang pemimipin, sudah menjadi tanggung jawab saya untuk menerima setiap konsekwensi yang akan muncul” itulah ucapan presiden saat pidatonya maret lalu. Rencana kenaikan BBM yang diundur apakah karena presiden takut atas kemarahan rakyat atau ia ingin mencuri simpati untuk 2014 siapa yang tahu?! Namun yang jelas sebagai pemimpin, kali ini SBY tak menunjukkan ketegasannya. Padahal sebagai mantan seorang Jendral TNI harusnya ia menjunjung tinggi ketegasan dalam bertindak dan berkata.
Masih ingatkah anda dengan slogan “STOP KORUPSI” , ya, slogan tersebut adalah slogan dari salah satu partai yang ternyata kini para anggotanya di DPR justru banyak  tersandung kasus korupsi. Lalu masihkah mereka dapat dipercaya jika apa yang mereka larang justru mereka lakukan?!Kalau seorang wakil rakyat tak lagi dapat dipercaya, lalu siapa lagi yang harus dipercaya oleh rakyat?! Harusnya mereka ingat bahwa yang memilih mereka, yang memberikan mereka fasilitas, yang menyejahterakan kehidupan mereka adalah rakyat. Tapi tanpa ada rasa malu serta tak adanya rasa puas, mereka tega-teganya mereka masih mencuri uang rakyat.
Berbagai macam kasus kadang terbengkalai begitu saja tanpa adanya kejelasan tentang kelanjutannya. Masih ingatkah anda tentang kisah anak yang mencuri sandal, wanita tua mencuri kapuk, wanita mencuri pisang? Hukuman yang dibebankan sama sekali tidak setimpal dengan apa yang telah mereka perbuat. Sedangkan mereka yang merenggut uang rakyat yang bernilai milyaran dan ratusan juta hanya di hukum beberapa bulan, selain itu mereka juga mendapat fasilitas yang nyaman.
Bagaimana para generasi koruptor mau takut, bila di hotel prodeo pun mereka masih dapat menikmati fasilitas-fasilitas yang biasa mereka dapatkan. Sistem yang membuat jera para penjahat kelas kakap ini sepertinya tidak ada. Seandainya diberikan hukuman mati atau di arak ditengah pasar sambil di lempari batu bagi mereka yang korupsi, maka tingkat korupsi di negeri ini akan berkurang sedikit demi sedikit.
Sebagai bangsa yang dahulu pernah diperebutkan oleh bangsa-bangsa belanda, portugis, perancis hingga jepang karena kekayaan kita, harusnya kita hidup makmur dan sejahtera. Namun apa yang terjadi?! Seolah tertindas di negeri sendiri kita kesulitan untuk memenuhi kebutuhan hidup. Pemerintah mengimport hasil-hasil pertanian dari luar negeri, sehingga membuat anjloknya harga hasil tani para petani lokal. Bukankah sebagai negeri yang kaya, kita harusnya mengekspor?! Banyak sekali pertanyaan yang muncul saat rakyat terjepit. Pertanyaan yang mengumbar amarah dan kekecewaan. Rakyat hanyalah kaum lemah, tapi di balik lemahnya rakyat mereka menyimpan sebuah kekuatan besar. Para penjajah dahulu pernah dipukul mundur, bukan hal yang tak mungkin bila pemerintahan pun dapat ditumbangkan.
Hal ini ibarat bom waktu, apabila pemerintah tidak bergegas membenahi sistem yang ada, bekerja dengan hati dan juga penuh tanggung jawab, maka bom waktu itu akan segera meledak dan menghancurkan persatuan dan kesatuan indonesia ini, menghancurkan mimpi-mimpi para pejuang yang telah meneteskan darah mereka untuk satu kata MERDEKA. Timor leste, Papua, dan Aceh sudah merasa tidak nyaman dengan bangsa indonesia dan mereka ingin memisahkan diri. Bukan hal yang tak mungkin bila daerah-daerah lain ikut menyusul untuk membebaskan diri dari penjajahan yang dilakukan oleh pemerintah mereka sendiri.
 Maka, marilah kita bersama-sama memperbaiki yang telah rusak. Memperbaiki pemikiran mulai dari tingkat masyarakat hingga tingkat pemerintahan bahwa NKRI adalah harga mati, maka dari itu kita harus saling menjaga.Membangun yang belum ada, apa yang kurang dari negeri ini harus kita miliki, seperti budaya jujur dan tanggung jawab. Apabila budaya jujur dan tanggung jawab telah kita miliki, maka sepatutnya harus kita jaga. Harapan untuk sebuah kemajuan pasti masih dimiliki dihati setiap warga bangsa ini. Dan harapan itu tertambat di pundak generasi pemuda, generasi yang penuh semangat dan juga penuh cinta. Sebagai seorang rakyat, kita hanya bisa mengkritik dan berteriak, karena sebenarnya kita telah “Menggaji” para anggota DPR dan MPR bahkan Presiden untuk bekerja dengan baik dan benar demi kemajuan sebuah bangsa yang besar ini.

Minggu, 01 April 2012

NEVER GIVE UP

TIDAK SEKEDAR POSITIVE THINKING

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik" (QS. Al-Ankabut: 69)




         Suatu saat, ketika Rasulullah sedang shalat disekitar Ka'bah, ketika masa-masa awal kenabian yang dirasakan begitu berat oleh Rasulullah. Abu Jahal dan orang-orang Quraisy yang lain mendatangi Rasulullah sambil sesekali berseloroh kepada yang lainnya, "Siapa yang berani menumpahkan isi perut unta kepada Muhammad ketika ia sedang sujud?" Maka salah seorang diantara mereka menyanggupi dan segera pergi untuk mengambil isi perut unta dari si fulan. Dan ketika Rasulullah sedang sujud maka isi perut unta itupun segera ditumpahkan ke punggung Rasulullah.
        Orang-orang kafir tersebut terpingkal-pingkal dan saling memandangi antara satu dengan yang lainnya atas kejadian yang  tengah dialami oleh Rasulullah. Sementara itu Rasulullah tetap sujud dan tidak mengangkat sujudnya sampai  putrinya Fatimah datang dan membersihkan kotoran tersebut.
         Rasulullah segera bangkit lalu menengadahkan tangan dan berdo'a "Ya Allah, balaslah perbuatan orang-orang Quraisy itu dengan hidayah-Mu".
          Pada kali yang lain,  ketika Rasulullah sedang berjalan di lorong kota Mekah. tiba-tiba ada seseorang yang  mengguyurkan tanah ke kepala Rasulullah. Kemudian Rasulullah pulang. Setibanya di rumah, putri beliau menangis melihat apa yang dialami oleh ayahnya tercinta, kemudian ia pun membersihkan tanah tersebut dari badan Rasulullah.
          Rasulullah kemudian menghibur putrinya, seraya mengatakan "Wahai anakku, janganlah engkau menangis. Sesungguhnya Allah melindungi ayahmu"
           Dan juga kisah tentang penolakan dan pengusiran yang dilakukan oleh masyarakat Thaif ketika Rasulullah dan beberapa orang sahabatnya berhijrah untuk mendapatkan perlindungan. Sehingga dikisahkan surban yang digunakan oleh Rasulullah penuh dengan darah segar yang mengalir dari luka-luka beliau akibat  terkena lemparan batu dari penduduk kota Thaif.
            Tapi apa yang dilakukan oleh Rasulullah, beliau hanya berdoa berharap dengan penuh keyakinan bahwa jika orang-orang tua penduduk Thaif tidak beriman kepada Allah. Maka Allah akan berkenan membuat para keturunannya beriman kepada Allah.
             Begitulah seorang manusia mulia, Rasulullah yang memiliki satu kekuatan yang dahsyat, kekuatan yang akhirnya mampu menaklukkan dunia. Kekuatan yang tidak saja berasal dari Positif Thinking, tetapu lebih dari itu yaitu kekuatan yang berasal dari keyakinan yang begitu kuat kepada Allah walaupun segala macam penyiksaan, tekanan, dan teror seringkali dilakukan oleh kaum kafir quraisy terhadap beliau.
          Keyakinanan bahwa apabila para orang tua dari suatu kaum tidaka mau beriman kepada Allah, maka mungkin saja keturunannya akank beriman dan menjadi bagian dari orang-orang yang berjuang di jalan Allah.
          Itulah rahasia besar dari para pejuang. Sekaligus menjadi argumentasi terkuat mengapa Positif Thinking yang bersumber dari sebuah keyakinan akan kemenangan di dalam perjuangan akan melahirkan orang-orang yang tangguh, perkasa, tegar dan juga kokoh meskipun berbagai macam aral dan rintangan selalu menerpa para pejuang.

Kamis, 08 Maret 2012

STRATEGI DAN INOVASI PEMBELAJARAN SISWA SD (Metode Inkuiri)

          Ibarat seorang jenderal dalam kemiliteran, guru dituntut untuk memeiliki siasat dalam melaksanakan tugas mengajarnya. Strategi dalam belajar mengajar dimaksudkan untun mensiasati anak didik agar terlibat aktif dalam belajar dan kemampuan guru dalam memahami dan mengimplementasikan strategi mengajarnya merupakan hal yang sangat penting dalam semua peristiwa belajar mengajar.
         Sebenarnya metode mengajar yang dapat dipelajari guru sesuai dengan pola dasar tersebut adalah sangat banyak sekali. akan tetapi yang akan diperkenalkna palit tidak dengan 10 metode mengajar, yaitu metode ceraman, tanya jawab, diskusi, kerja kelompok, pemberian tugas, demonstrasi, simulasi, inkuiri dan metode pengajaran unit-pembelajaran terpadu.
        Saat ini metode Inkuiri dan metode pengajaran unit-pembelajaran terpadu adalah hal yang baru bagi kita semua.Metode Inkuiri juga disebut sebagai metode penemuan yang sangat penting untuk dilakukan peserta didik usia sekolah dasar. Dan pada kesempatan kali ini saya akan berbagi sedikit mengenai 2 metode tersebut.


METODE INKUIRI (Penemuan)
          Metode penemuan adalah cara penyajian pelajaran yang memberi kesempatan kepada peserta didik untuk menemukan informasi dengan aktif tanpa bantuan dari guru. Metode penemuan ini melibatkan peserta didik dalam proses-proses mental dalam rangka pengembangan kepribadian dan juga karakternya. Metode ini memungkinkan siswa menentukan sendiri informasi-informasi yang diperlukan untuk mencapai tujuan belajarnya.

Tujuan Metode Penemuan
  1. Meningkatkan keterlibatan peserta didik dalam menemukan dan memproses bahan pelajarannya.
  2. Mengurangi ketergantungan peserta didik pada guru untuk mendapatkan pengalaman belajarnya.
  3. Melatih perserta didik menggali dan memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar yang tak ada habisnya.
  4. Memberi pengalaman belajar seumur hidup 

Alasan Metode Inkuiri
  •  Perkembangan dan kemajuan ilmu pengetahuan pesat
  • Belajar tidak hanya dapat diperoleh dari sekolah tetapi dari lingkungan sekitar.
  • Melatih peserta didik untuk memiliki kesadaran sendiri kebutuhan belajarnya
  • Penanaman kebiasaan untuk belajar berlangsung seumur hidup

Kekuatan Metode Inkuriri (Penemuan)
      Setiap Metode Pembelajaran yang disajikan guru kepada peserta didiknya masing-masing mempunyai kekuatan, dan kekuatan dari metode inkuiri sendiri antara lain adalah :
  1. Menekankan kepada proses pengolahan informasi oleh peserta didik itu sendiri
  2. Membuat konsep diri peserta didik bertambah dengan penemuan-penemuannya yang diperoleh
  3. Memiliki kemungkinan besar untuk memperbaiki dan memperluas penyediaan dan penguasaan keterampilan dalam proses kognitif para peserta didik.
  4. Penemuan-penemuan yang diperoleh peserta didik dapat menjadi kepemilikannya dan sangat sulit melupakannya
  5. Tidak menjadikan guru sebagai satu-satunya sumber belajar karena peserta didik belajar dengan memanfaatkan berbagai jenis sumber belajar.


METODE PENGAJARAN UNIT
       Metode  pengajaran unit sangat sesuai dilihat dari pendekatan DAP karena melalui pengajaran ini keunikan atau keragaman dan berbagai tingkatan perkembangan peserta didik dapat diakomodasikan. Pengajaran bisa menjadi lebih terbuka dengan tersedianya berbagai kesempatan bagi si anak memiliki kegiatan belajar. Suatu pengajaran unit bisa menjadi "Harinya" bagi si anak.
        Pengajaran unit lebih dikenal dengan "Unit Teaching" merupakan pengajaran yang mengarahkan kegiatan peserta didik pada pemecahan suatu masalah yang dirumuskan dahulu secara bersama-sama. 

Terdapat beberapa jenis pemecahan masalah dalam pengajaran unit, yaitu:
  1. Keterhubungan antar dua atau lebih masalah, konsep, keterampilan, tugas, atau ide-ide lain di dalam satu bidang study yang dikenal dalam pembelajaran terpadu sebagai model terhubung.
  2. Jaringan topik, yaitu pemecahan masalah yang melibatkan penetapan tema dan beberapa topik atau sub tema dalam berbagai bidang study yang dalam pembelajaran terpadu dikenal sebagai model jaring laba-laba
  3. Lintas bidang study, yaitu pemecahan masalah yang melibatkan adanya prioritas kurikuler dan menemukan pengetahuan atau konsep keterampilan dan sikap yang tumpang tindih (Operlapping) dari beberapa study yang dalam pembelajaran terpadu dikenal dengan sebutan Modewl Terpadu itu sendiri.

Tujuan Penggunaan Metode Pengajaran Unit 
  •  Melatih  peserta didik berpikir komperehensif dengan cara mengkaji dan memecahkan permasalahan dari berbagai displin ilmu atau berbagai aspek
  • Melatih peserta didik menggunakan keterampilan proses atau metode ilmiah dengan pemecahan masalah
  • Terbentuk sikap kritis, kerjasama, kuriositas (rasa ingin tahu), menghargai waktu dan pendapat orang lain
  • Melatih peserta didik agar memiliki kemampuan merencanakan mengorganisasi dan memimpin suatu kegiatan
  • Mengembangkan keterampilan berkomunikasi 

Kekuatan  dan Keterbatasan Metode Pengajaran Unit
a. Kekuatan Metode Pengajaran Unit
  • Memperluas wawasan peserta didik dalam ilmu pengetahuan dengan keanekaragaman sumber informasi
  • Memperhatikan karakteristik peserta didik secara khusus
  • Menciptakan iklim demokratis dalam belajar dimana peserta didik dapat menentukan rencana bersama guru tentang topik yang akan dibahas
  • Pengajaran unit disesuaikan dengan tingkat perkembangan minat dan bakat peserta didik sehingga pengajaran akan lebih bermakna.
b. Keterbatasan Metode Pengajaran Unit
  • Sulit menentukan topik yang sesuai dengan minat, bakat dan perkembangan anak
  • Memerlukan kecakapan khusus dalam melaksanakan pengajaran unit
  • Memerlukan biaya yang cukup besar
  • Memerlukan waktu yang cukup lama
  • Kemungkinan pemecahan masalah yang kabur dan dangkal karena ditinjau dari berbagai disiplin ilmu dan tidak semua disiplin ilmu dapat dikuasai peserta didik dengan sempurna.
     Demikianlah sedikit tentang gambaran metode inkuiri dan metode pengajaran unit, semoga dapat bermanfaat bagi semua sehingga menjadikan wawasan sebagai seorang guru bertambah serta agar sebagai guru, kita tidak kehabisan akal untuk menentukan cara mengajar......


Semangaaaaaaattttt......terkhusus untuk guru-guru baru

Jumat, 24 Februari 2012

PUISI

BUTA

Gelap 
Hitam
Tiada remang 
Meski hanya secercah



Itulah yang aku rasakan

Sepi menghantui
Hanya suara yang ku kenali

tak pernah dapat kutatap bola matamu
Yang kudengar begitu indah

Dalam keheningan malam ku coba untuk mencari
Sosokmu yang selalu ku cintai
meski hanya dalam hayalan
kan ku simpan selalu cinta ini

Selasa, 05 April 2011

Sejarah Bojonegoro

Sejarah Kabupaten Bojonegoro

sumber: www.bojonegorokab.go.id


Masa kehidupan sejarah Indonesia kuno ditandai oleh pengaruh kuat kebudayaan Hindu yang datang dari India sejak abad I yang membedakan warna kehidupan sejarah Indonesia jaman Madya dan jaman Baru. Sedangkan Bojonegoro masih dalam wilayah kekuasaan Majapahit, sampai abad XVI ketika runtuhnya kerajaan Majapahit, kekuasaan pindah ke Demak, Jawa Tengah. Bojonegoro menjadi wilayah kerajaan Demak, sehingga sejarah Bojonegoro kuno yang bercorak Hindu dengan fakta yang berupa penemuan-penemuan banyak benda peninggalan sejarah asal jaman kuno di wilayah hukum Kabupaten Bojonegoro mulai terbentuk. Slogan yang tertanam dalam tradisi masyarakat sejak masa Majapahit "sepi ing pamrih, rame ing gawe" tetap dimiliki sampai sekarang.

Bojonegoro sebagai wilayah kerajaan Demak mempunyai loyalitas tinggi terhadap raja dan kerajaan. Kemudian sehubungan dengan berkembangnya budaya baru yaitu Islam, pengaruh budaya Hindu terdesak dan terjadilah pergeseran nilai dan tata masyarakat dari nilai lama Hindu ke nilai baru Islam tanpa disertai gejolak. Raden Patah, Senopati Jumbun, Adipati Bintoro, diresmikan sebagai raja I awal abad XVI dan sejak itu Bojonegoro menjadi wilayah kedaulatan Demak. Dalam peralihan kekuasaan yang disertai pergolakan membawa Bojonegoro masuk dalam wilayah kerajaan Pajang dengan raja Raden Jaka Tinggkir Adipati Pajang pada tahun 1568. Pangeran Benawa, putra Sultan Pajang, Adiwijaya merasa tidak mampu untuk melawan Senopati yang telah merebut kekuasaan Pajang 1587. Maka Senopati memboyong semua benda pusaka kraton Pajang ke Mataram, sehingga Bojonegoro kembali bergeser menjadi wilayah kerajaan Mataram. Daerah Mataram yang telah diserahkan Sunan Amangkurat kepada VOC berdasarkan perjanjian, adalah pantai utara Pulau Jawa, sehingga merugikan Mataram. Perjanjian tahun 1677 merupakan kekalahan politik berat bagi Mataram terhadap VOC. Oleh karena itu, status kadipaten pun diubah menjadi kabupaten dengan wedana Bupati Mancanegara Wetan, Mas Toemapel yang juga merangkap sebagai Bupati I yang berkedudukan di Jipang pada tanggal 20 Oktober 1677. Maka tanggal, bulan dan tahun tersebut ditetapkan sebagai HARI JADI KABUPATEN BOJONEGORO. Pada tahun 1725 Susuhunan Pakubuwono II naik tahta. Tahun itu juga Susuhunan memerintahkan agar Raden Tumenggung Haria Mentahun I memindahkan pusat pemerintahan kabupaten Jipang dari Padangan ke Desa Rajekwesi. Lokasi Rajekwesi ± 10 Km di selatan kota Bojonegoro. Sebagai kenangan pada keberhasilan leluhur yang meninggalkan nama harum bagi Bojonegoro, tidak mengherankan kalau nama Rajekwesi tetap dikenang di dalam hati rakyat Bojonegoro sampai sekarang.